KEKURANGAN ADALAH KESEMPURNAAN
Oleh: SAEFUDIN NOUVAL
Ada teman yang sedang bertanya kepada saya, ”kenapa dia bisa pandai dan cerdas untuk menghafal Al-Qur’an dan kenapa saya tidak bisa? ” Lalu saya pun ngasih jawaban, dia pintar karena selalu berusaha dan berdoa”,
Lalu dia pun bilang, ”tetapi kemampuan berfikir saya dengan dia berbeda”.
saya pun menjawab, ”bedanya apa dan dimana? Lalu saya menjelaskan sebenarnya semua otak manusia itu sama tidak ada yang berbeda, saya juga menyebutkan juga kalau otak Einsten dengan kita sama, sekarang tinggal bagaimana cara kita menyikapinya dan berusaha mengasah dan menggunakan otak kita semaksimal mungkin. Nah…. sekarang muncul pertanyaan lagi bagaimana dengan orang yang memiliki kelemahan dan kekurang seperti: lumpuh, idiot dan cacat badan? Memang sebagian orang merasa minder, rendah diri dan posesif karena pada dirinya merasa terdapat kekurangan fisik, kekurangan materi ataupun kekurangan spiritual, justru dengan itu semua merekalah yang bisa mempengaruhi jalannya sejarah, dan mempengaruhi kehidupan manusia dengan kelebihan yang ada dibalik kelemahanya. Bila kita melihat segala kekurangan itu dengan dimensi yang lebih luas, sungguh diri kita akan semakin yakin bahwa memang inilah bentuk ke besaran dan ke kuasaan Allah bagi kita sebagai mahluk ciptaan-Nya. Karena setiap apa yang ada di atas bumi ini di ciptakan berpasang-pasang, maka jika kita memiliki kelemahan pasti juga memiliki kelebihan. Misalnya seseorang yang sejak lahir berada dalam keluarga yang kurang mampu secara materi, bila ia berfikir lebih bijak, maka hal ini adalah sebuah ajakan kepadanya untuk lebih menghargai usaha, jerih payah dan tidak mudah untuk menyerah.
Karena sesungguhnya kehidupan di dunia ini penuh dengan macam-macam warna. Dari yang positif sampai yang negatif. Dan kita pun tidak akan pernah bisa untuk menghindar dari kekurangan yang berada dalam diri kita. Setiap manusia pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan. Akan tetapi banyak orang yang berfikir bahwa diri mereka begitu lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka berfikir bahwa kekurangan merekalah yang menjadi penghambatnya. karena merasa bahwa mereka kurang pintar, kurang tampan /cantik, cacat fisik dan kekurangan lainnya.
Tetapi sesunggunhya Allah telah menjadikan manusia sebagai mahluk hidup yang sempurna, seperti termaktub dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
Oleh karena itu sesungguhnya semua manusia diciptakan dengan anggota tubuh yang lengkap dan otak yang sempurna. Sehingga manusia diberi predikat yang mulia yaitu sebagai ”kholifah” di muka bumi ini. Sampai-sampai para malaikat ”bimbang” dengan tugas tersebut, padahal merekalah yang begitu taat dan selalu bertasbih serta mensucikan asma Allah swt sehingga para malaikat mempertanyakan tugas manusia sebagai kholifah fil ardh, karena malaikat tahu bahwa manusia suka berbuat fasad (merusak) dan suka saling membunuh, tetapi semua kebimbangan dijawab oleh Allah bahwa hanya Allah lah yang lebih mengetahui segala sesuatunya.
Memang terkadang Allah memberikan kekurangan dalam diri manusia, entah itu fisik/anggota tubuh cacat atau otak yang tidak terlalu cerdas. Tapi semua itu pasti mempunyai hikmah dan tujuan tertentu, karena Allah dalam menciptakan segala hal di dunia ini sudah terencana. Karena itu dikala kita menemukan kekurangan yang terdapat dalam diri kita maka janganlah membuat diri kita menjadi makhluk yang tidak berguna, Allah telah berfirman:
Artinya
“Janganlah kamu kira bahwa berita itu buruk bagimu, bahkan ia adalah baik bagimu…”
Sebenarnya perasaan ketidaksempurnaan yang berada pada diri seseorang itu muncul dari persepsi pandangan manusianya itu sendiri, kalau kita lihat makna sempurna diatas dan kita cermati bahwa kesempurnaan itu berdasarkan ciptaan yang diberi oleh Allah Swt, ketika al-Alim al-Alamah Habib Saggaf bin Mahdi, sedikit menguraikan arti tentang kesempurnaan, beliau mengatakan bahwa betapa banyak orang yang terkenal dan mereka mampu memberikan konstribusi sangat besar padahal mereka tidak memiliki ijazah secara formal. Selanjutnya kita coba menengok tokoh-tokoh yang terkemuka seperti Imam Syafi’i, Imam Ghazali, Abraham Lincolen, Thomas Alfa Edison, dan Albert Enstein, beliau semua bukan berasal dari orang kaya raya dan bukan seorang yang sempurna semua juga mempunyai kekurangan dalam hidup mereka, tetapi justru karena adanya kekuranganlah maka ada kesempurnaan. Jadi jangan heran ketika GUSDUR bisa jadi presiden dan masih banyak lagi orang cacat lain yang bisa menjadi sukses karena pada dasarnya itu semua sempurna, bahkan dalam filosofinya beliau selalu mengatakan bahwa kekurangan adalah kesempurnaan di dalam dunia ini, jadi jangan merasa kecil hati dan putus asa terhadap pandangan orang tentang kekurangan baik otak maupun organ tubuh yang telah kita miliki, karena kita semua sempurna yang tidak sempurna sebenarnya adalah mereka yang selama ini merasa sempurna tetapi tidak mampu menjadi apa-apa baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Oleh: SAEFUDIN NOUVAL
Ada teman yang sedang bertanya kepada saya, ”kenapa dia bisa pandai dan cerdas untuk menghafal Al-Qur’an dan kenapa saya tidak bisa? ” Lalu saya pun ngasih jawaban, dia pintar karena selalu berusaha dan berdoa”,
Lalu dia pun bilang, ”tetapi kemampuan berfikir saya dengan dia berbeda”.
saya pun menjawab, ”bedanya apa dan dimana? Lalu saya menjelaskan sebenarnya semua otak manusia itu sama tidak ada yang berbeda, saya juga menyebutkan juga kalau otak Einsten dengan kita sama, sekarang tinggal bagaimana cara kita menyikapinya dan berusaha mengasah dan menggunakan otak kita semaksimal mungkin. Nah…. sekarang muncul pertanyaan lagi bagaimana dengan orang yang memiliki kelemahan dan kekurang seperti: lumpuh, idiot dan cacat badan? Memang sebagian orang merasa minder, rendah diri dan posesif karena pada dirinya merasa terdapat kekurangan fisik, kekurangan materi ataupun kekurangan spiritual, justru dengan itu semua merekalah yang bisa mempengaruhi jalannya sejarah, dan mempengaruhi kehidupan manusia dengan kelebihan yang ada dibalik kelemahanya. Bila kita melihat segala kekurangan itu dengan dimensi yang lebih luas, sungguh diri kita akan semakin yakin bahwa memang inilah bentuk ke besaran dan ke kuasaan Allah bagi kita sebagai mahluk ciptaan-Nya. Karena setiap apa yang ada di atas bumi ini di ciptakan berpasang-pasang, maka jika kita memiliki kelemahan pasti juga memiliki kelebihan. Misalnya seseorang yang sejak lahir berada dalam keluarga yang kurang mampu secara materi, bila ia berfikir lebih bijak, maka hal ini adalah sebuah ajakan kepadanya untuk lebih menghargai usaha, jerih payah dan tidak mudah untuk menyerah.
Karena sesungguhnya kehidupan di dunia ini penuh dengan macam-macam warna. Dari yang positif sampai yang negatif. Dan kita pun tidak akan pernah bisa untuk menghindar dari kekurangan yang berada dalam diri kita. Setiap manusia pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan. Akan tetapi banyak orang yang berfikir bahwa diri mereka begitu lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka berfikir bahwa kekurangan merekalah yang menjadi penghambatnya. karena merasa bahwa mereka kurang pintar, kurang tampan /cantik, cacat fisik dan kekurangan lainnya.
Tetapi sesunggunhya Allah telah menjadikan manusia sebagai mahluk hidup yang sempurna, seperti termaktub dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
Oleh karena itu sesungguhnya semua manusia diciptakan dengan anggota tubuh yang lengkap dan otak yang sempurna. Sehingga manusia diberi predikat yang mulia yaitu sebagai ”kholifah” di muka bumi ini. Sampai-sampai para malaikat ”bimbang” dengan tugas tersebut, padahal merekalah yang begitu taat dan selalu bertasbih serta mensucikan asma Allah swt sehingga para malaikat mempertanyakan tugas manusia sebagai kholifah fil ardh, karena malaikat tahu bahwa manusia suka berbuat fasad (merusak) dan suka saling membunuh, tetapi semua kebimbangan dijawab oleh Allah bahwa hanya Allah lah yang lebih mengetahui segala sesuatunya.
Memang terkadang Allah memberikan kekurangan dalam diri manusia, entah itu fisik/anggota tubuh cacat atau otak yang tidak terlalu cerdas. Tapi semua itu pasti mempunyai hikmah dan tujuan tertentu, karena Allah dalam menciptakan segala hal di dunia ini sudah terencana. Karena itu dikala kita menemukan kekurangan yang terdapat dalam diri kita maka janganlah membuat diri kita menjadi makhluk yang tidak berguna, Allah telah berfirman:
Artinya
“Janganlah kamu kira bahwa berita itu buruk bagimu, bahkan ia adalah baik bagimu…”
Sebenarnya perasaan ketidaksempurnaan yang berada pada diri seseorang itu muncul dari persepsi pandangan manusianya itu sendiri, kalau kita lihat makna sempurna diatas dan kita cermati bahwa kesempurnaan itu berdasarkan ciptaan yang diberi oleh Allah Swt, ketika al-Alim al-Alamah Habib Saggaf bin Mahdi, sedikit menguraikan arti tentang kesempurnaan, beliau mengatakan bahwa betapa banyak orang yang terkenal dan mereka mampu memberikan konstribusi sangat besar padahal mereka tidak memiliki ijazah secara formal. Selanjutnya kita coba menengok tokoh-tokoh yang terkemuka seperti Imam Syafi’i, Imam Ghazali, Abraham Lincolen, Thomas Alfa Edison, dan Albert Enstein, beliau semua bukan berasal dari orang kaya raya dan bukan seorang yang sempurna semua juga mempunyai kekurangan dalam hidup mereka, tetapi justru karena adanya kekuranganlah maka ada kesempurnaan. Jadi jangan heran ketika GUSDUR bisa jadi presiden dan masih banyak lagi orang cacat lain yang bisa menjadi sukses karena pada dasarnya itu semua sempurna, bahkan dalam filosofinya beliau selalu mengatakan bahwa kekurangan adalah kesempurnaan di dalam dunia ini, jadi jangan merasa kecil hati dan putus asa terhadap pandangan orang tentang kekurangan baik otak maupun organ tubuh yang telah kita miliki, karena kita semua sempurna yang tidak sempurna sebenarnya adalah mereka yang selama ini merasa sempurna tetapi tidak mampu menjadi apa-apa baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar