Selamat Datang Di FARUCH NET, Pustaka Referensi Dan Sastra. Semua Yang Anda Butuhkan Ada Di Sini

Sabtu, 11 Februari 2012

BELAJAR MEMAHAMI DAN MENGHARGAI ORANG LAIN
PADA TIGA KSATRIA CILIK NEGERI BAWAH AIR

Membaca novel “Negeri Bawah Air” karya Ary Nilandari membawa kita tuk menyelami dunia anak-anak yang penuh fantasi dan imajinasi. Novel tersebut menceritakan tentang perjuangan dan persahabatan seorang anak yang memiliki kekurangan psikologis dalam hidupnya. Dikisahkan, seorang anak bernama Meutia, mengaku sebagai putri mahkota negeri bawah air yang terancam oleh  Rangaswazir, seorang menteri yang telah mencelakakan kedua orang tuanya yang menjadi raja hingga meninggal dunia. Dalam perjalanannya, sembunyi dari kejahatan Rangaswazir, ia diketemukan tiga orang bocah –Rambe, Ridwan dan Chang –yang kemudian mau menolongnya.

    Alur novel ini sebenarnya tak begitu menarik (maaf!). Namun, hebatnya Ary Nilandari, ia mampu dan pandai dalam memilih diksi pada kalimat demi kalimat sehingga pembaca tidak merasa bosan untuk terus membaca dan sampai mengkhatamkannya. Tak sampai disitu, deskripsi ceritanya mampu membawa pembaca untuk ikut tertawa, sedih, dan menangis, apalagi pada ending ceritanya yang bisa dipastikan sampai menitikkan air mata haru dan bahagia.
    Banyak hikmah yang dapat kita petik dari cerita tersebut diantaranya, kita diajarkan untuk bisa memahami dan menghargai orang lain serta segala sesuatu apapun mesti dipandang dari segi positif. Bagaimana Rambe, Ridwan dan Chang sudi menjadi tokoh yang diinginkan Meutia dan mau memerankannya walau sebenarnya hanyalah sebuah khayalannya belaka. Mereka rela menjadi Ksatria yang berjanji setia mengawal dan membelanya, menyelamatkan pangeran kembar, memerangi Rangaswazir dan membebaskan Negeri Bawah Air yang hanya ada pada imaji Meutia. Semata-mata demi menyembuhkan penyakit yang dideritanya, demi memenuhi kebahagiaannya yang selama lima tahun lebih hilang dalam kehidupannya.
Coba kita tengok kehidupan di Nurul Iman! Betapa banyak kejadian yang hampir mirip dengan kisah singkat Negeri Bawah Air. Kerap kita lihat adik kita, anak-anak SD menangis atau merengek karena sesuatu hal. Dan terkadang menjadi liar dan sangat nakal, berbuat atau bersikap sesuatu yang tak kita inginkan. Namun, jangan sekali-kali langsung mendiskriminasinya serta memberinya hukuman dan ancaman. Cobalah lebih dulu kita dekati untuk memahami masalahnya! Jika dia memang bersalah, beri dia peringatan atau sanksi sepantasnya. Namun tanpa hukumanpun, sebenarnya ada jalan yang terbaik untuk bisa mengajarinya agar tidak lagi mengulang perbuatan tersebut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar