Selamat Datang Di FARUCH NET, Pustaka Referensi Dan Sastra. Semua Yang Anda Butuhkan Ada Di Sini

Rabu, 15 Februari 2012

THE GLORY OF BATIK
By. Ahmad Khusein

Ketika kebudayaan mulai terkikis, melemah dan hampir terlupakan. Butuh rangsangan untuk menyadarkan seseorang betapa pentingnya menjaga dan memelihara sebuah kebudayaan. Apalagi kebudayaan peninggalan dari nenek moyang kita sendiri. Maka kewajiban kita sebagai anak cucunya untuk menjaga, mempertahankan dan melestarikannya Sebagai wujud pengabdian kita pada leluhur dan apresiasi terhadap kebudayaan.
Batik sebagai salah satu produk budaya yang memiliki nilai seni tinggi, merupakan peninggalan kebudayaan yang patut dilestarikan. Kita sebagai bagian dari bangsa indonesia selayaknya turut berpartisipasi dengan cara mencintai produk kebudayaan. Namun ironis  di era globalisasi ini hanya segelintir anak bangsa yang peduli terhadap kebudayaan sendiri. Mereka lebih  bangga dengan budayaan barat. Gencarnya gelombang westernisasi yang didukung teknologi informasi mengikis kecintaan anak bangsa kepada kebudayaannya sendiri.

Di tengah westernisasi yang semakin membahana, kita patut mengajungkan jempol kepada beberapa orang anak bangsa yang masih peduli terhadap kebudayaan, salah satunya adalah kepedulian terhadap batik. Diantaranya, Nia Dinata mewujudkan kecintaannya kepada batik dengan memproduksi film dokumenter yang bertajuk “Batik, Our Love Story” yang merupakan buah tangan dari Ucu Agustin. Film ini mengisahkan batik sebgai ekspresi cinta yang didedikasikan oleh para pembuatnya. Ditampilkan sejumlah pembuat batik legendaris dari beberapa sentra batik, seperti Pekalongan, Cirebon, Yogyakarta, Solo, Lasem, dan Madura.
Setelah UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kebudayaan Indonesia, pemerintah pun memanfaatkan momentum yang baik tersebut. Dengan menetapkan 2 Oktober sebagai hari batik nasional. Jika internasional mengakui batik sebagai warisan budaya Indonesia, bagaimana dengan kita sendiri sebagai orang asli Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar