Kiat - kiat Hafal al Quran
Oleh: Ja’far Shodiq Al-Hafidz
Oleh: Ja’far Shodiq Al-Hafidz
Allah swt telah menganugerahkan kepada umat Islam dengan menjadikanya umat yang terbaik di kalangan umat manusia dan memudahkanya untuk menjaga kitab Nya. Firman Allah;
“....Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu...” (Q. S. al- Ankabut ayat 49).
Berbeda dengan umat - umat sebelumnya, mereka tidak diberi keistimewaan untuk menghafal kitab - kitab mereka sehingga banyak terjadi penyimpangan dan perubahan. Segala anugerah dan pujian hanya milik Allah swt, menghafal Al Qur’an adalah keistimewaan yang diberikan Allah terhadap umat Islam. Keistimewaan ini tidak akan terjadi kecuali Allah menjadikan Al Qur’an mudah dihafal, karena itu Allah menjadikan ayat-ayat Al Qur’an mudah untuk diucapkan oleh lisan dan mudah disimpan di dalam benak manusia.
Sebuah keinginan saja, tidaklah cukup menjadi modal menghafal Al Quran, diperlukan suatu bukti untuk mewujudkan keinginan itu.
Ketahuilah bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali merekalah yang dengan susah payah dan semangat yang membaja mau merubahnya.
3 cÎ) ©!$# w çÉitóã $tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçÉitóã $tB öNÍkŦàÿRr'Î/
“ Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”
Berikut ini kiat - kiat menghafal Al Quran:
Niat Yang Ikhlas
Firman Allah adalah sebaik - baik dan semulia – mulianya perkataan. Allah tidak akan menganugerahkan kenikmatan menghafal Al Qur’an, kecuali kepada mereka yang berniat ikhlas dan mempunyai himmah yang kuat dalam menghafal. Niat ikhlas artinya seseorang berusaha menghafal al quran bukan dengan tujuan keduniaan, seperti untuk dihormati, untuk sekedar gengsi apalagi untuk tujuan ekonomi. Menghafal al Quran haruslah secara murni diniatkan semata – mata untuk menggapai ridlo Allah swt.
Memiliki Himmah Yang Kuat
Jikalau hari ini kita berniat, namun kemalasan selalu mengajak kita untuk menunda pelaksanaannya. Maka, niat itu tidak akan menyisakan sesuatu kecuali mimpi indah yang hanya akan mempertemukan kita pada sesuatu yang bernama penyesalan.
Kemalasan memang penyakit diri yang sangat merugikan. Jikalau terus kita turuti, akan semakin menjadi. Satu – satunya senjata yang dapat mengalahkannya adalah himmah. Himmah artinya kemauan yang kuat. Kemauan yang termotifasi dari dalam diri kita, bukan dari orang lain.
Percaya Terhadap Kemampuan Diri Sendiri
Yakinlah akan kemampuan diri kita sendiri bahwa 30 juz firman Allah akan dapat kita simpan di dalam benak kita atas izin Allah. Terkadang muncul pikiran bahwa kita penuh kekurangan dan tujuan yang hendak kita capai terlalu besar. Jikalau itu terjadi, sebaiknya cepat – cepat kita singkirkan, lalu gantilah keraguan kita dengan aktifitas menghafal.
Di dalam diri harus tertanam sebuah prinsip, “kalau oranglain bisa, kenapa kita tidak mampu?”
Jangan Pernah Berpikir Bahwa Kita Sudah Terlambat
Dalam sebuah riwaya, Rosulullah pernah berpesan; bahwa kalau kita bertemu dengan hari kiamat, sedangkan di tangan kita terdapat sebuah biji kurma, maka kita harus menyempatkandiri untuk menanamnya. Hal ini menunjukkan betapa Islam tidak mendidik ummatnya untuk bermental tempe.Betapa kesempatan akan selalu ada dan betapa itu semua berada dalam iradat Allah, dzat yang menciptakan segala kemungkinan.
Sabar
Tidak istimewa jikalau keberhasilan menghafal al Quran tidak dihiasi dengan berbagai macam godaan. Mungkin suatu saat, baru saja kita membuka al Quran, tiba – tiba seorang teman mengajak kita bermain. Kalau semua itu dituruti, maka semakin kecillah kemungkinan kita bisa meraih cita - cita. Tapi, jangan lantas berfikir bahwa kita tidak lagi akan punya waktu untuk bermain. Semua itu tergantung kepintaran kita dalam membagi waktu.
Atau jikalau sedang asyik – asyiknya kita menghafal, tiba - tiba sebuah masalah menimpa diri kita, kita sulit berkonsentrasi dan akhirnya putus asa. Saat hal itu terjadi, semestinya kita langsung faham bahwa masalah adalah bagian dari kehidupan. Semua yang berani hidup tidak boleh takut masalah. Masalah boleh saja terjadi, usaha pencarian jalan keluar juga musti. Tapi, itu semua tidak boleh menggoyahkan tekad suci kita. Oleh karenanya, kesabaran menghadapi ujian adalah sebuah keharusan.
Yakin Bahwa Al Qur’an Mudah Dihafal
Dalam surat Al Qomar:17
“Dan sesungguhnya telah kami mudahkan al Qur’an untuk pelajaran,maka adakah orang yang mengambil pelajaran”.
Maksudnya, Allah akan menolong orang - oarang yang ingin mengafal Al Quran. Katakutan akan sulitnya menghafal al Quran sebaiknya tidak perlu terjadi, karena penolong kita adalah dzat yang menjanjikan hadiah syurga untuk kita.
Berkumpul Dengan Orang - Orang Yang Memiliki Tujuan Yang Sama
Jelas, lingkungan pertemanan yang baik akan sangat mendukung. Bagaimanapun semangat kita akan naik dan turun. Dalam kondisi inilah seorang teman begitu berperan. Dia akan menjadi sumber inspirasi kita. Dia akan memotivasi kita meskipun hanya dengan keteladanan.
Sungguh, teman yang baik adalah pendongkrak semangat kita. Terleih jikalau teman tersebut memiliki tujuan yang sama untuk menghafal al Quran. Pasti kita dapat bertukar pikiran tentang kesulitan masing – masing yang kita temukan.
Mempunyai Murabbi
Murabbi atau pembimbing akan mengarahkan kita tentang bagaimana teknik menghafal yang baik. Murabbi juga akan selalu menerima setoran hafalan kita sekaligus memantau kemajuan – kemajuan kita. Beliau pun akan dapat memperaiki bacaan kita.
Tentu, dengan pemilihan murabbi yang tepat. Murabbi yang telah hafal al Quran dan sholih dan mampu menjaga diri dari perbuatan yang teercela.
Istikomah
Istiqomah dalam pengertian sederhana adalah ketetapan dalam melakukan sesuatu. Artinya kita harus memiliki kemampuan untuk konsisten dengan jadwal aktifitas hafalan yang sudah ditentukan. Waktu atau bahkan tempat menghafal seyogyanya tidak boleh berrubah – rubah.
Istikomah sebagai salah satu resep yang paling utama dalam menghafal al Quran harus didasarkan pada sebuah keyakinan yang kita lakukan adalah pekerjaan yang sangat mulia.
Tidak Putus asa
Putus asa adalah salah satu pekerjaan setan. Maka, baiknya seorang kita tidak boleh sedikitpun berputus asa. Kalau perlu, jangan pernah berani membayangkan apa yang akan terjadi apabila kita sampai putus asa.
Menggunakan Satu Jenis Mushaf Al Qur’an
Pemakaian al Quran yang satu jenis dan tidak berganti – ganti akan lebih bisa mengakrabkan pandangan mata kita pada alaman per-halaman Al Qur’an.
Isti’anaturrobbi
Menghafal adalah bentuk ikhtiar kita. Namun doa yang tak henti – hentinya pun menjadi pilar keberhasilan kita. Berdoa dan berharap hanya pada Allah, karena Allah lah yang menganugerahkan sebuah kemuliaan sesuai dengan kehendak-Nya.
Selalu Bersyukur
Orang yang sangat mulia adalah orang yang diberi anugerah untuk menghafal Al Qur’an. Setiap kali usai menghafal ayat – ayat al Quran, berapapun jumlahnya, kita tidak boleh lupa bersyukur. Karena dalam janji Allah, nikmat kita akan ditambah apabila kita bersyukur.
Tawakkal
Setelah mendawamkan doa dan mengistiqomahkan usaha, tugas terakhir kita adalah berserahdiri pada Allah. Tentu dengan penuh keyakina dan perasangka baik bahwa Allah akan selalu memberi cinta terindah-Nya kepada kita.
Demikianlah kiat – kiat menghafal al Quran. Maka, jikalau kita bertanya pada diri kita “kapan kita akan melakukannya?” jawabannya adalah “ketika kita berhenti bicara dan mulai bekerja”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar