ALLAH
TUHANKU
Hidup
penuh lika-liku
Menyusuri
setiap sendi-sendi labirin yang menjalar bisu
Sungguh,
sehebat apapun itu
Takkan
sampai bertemu dengan sebuah kata “buntu”
Pecah,
selesai, syukur, kan bersanding
Mengiringi
kalimat “itu sudah berlalu”
Tuhan
kita yang Mahasatu, Allah Jalla jalaluh
Jangan
biarkan satu titik protonpun,
Ruang
hati kosong akan asma itu
Ya
Allah, tambatan hati ini
Punya
harapan mengiba pada ridho-Mu
Ibnu
Warna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar