Ucapan seperti di atas ternyata bisa mematahkan semangat
orang yang mendengarnya yang kebetulan ingin menghafal al-Qur’an, sampai-sampai tak jadi menghafal.
Kejadian ini memang benar adanya. Sebab daya ingat manusia terbatas. Namun tak
perlu khawatir.
Ada sedikit cerita. Seorang psikolog pernah melakukan
eksperimen menarik terhadap anaknya yang masih berusia 15 bulan. Dia membacakan
sebuah bagian dari karangan Sophocles sebanyak 20 baris, tiga bulan
berturut-turut. Saat anak itu berumur 8 tahun disuruhnya untuk menghafalkan 20
baris dari karangan Sophocles tersebut disamping 20 baris baru yang belum
pernah didengarnya. Ternyata, 20 baris yang pernah dibacakannya jauh lebih
cepat dihafal ketimbang yang baru didengarnya. Hal itu menunjukkan, orang yang pernah hafal
sesuatu apapun atau bahkan hanya pernah mendengarkan saja, meskipun beberapa
tahun lalu, lebih cepat dapat hafal kembali daripada orang yang baru pertamakali mendengarnya.
Jadi, tangan takut lagi lupa karena banyaknya hafalan, atau tak bisa menjaga
hafalan. Terus saja menghafal serta rajin-rajinlah untuk mengulangnya. Insya
Allah hafalan anda terjaga dengan baik.
Apakah anda pernah mendengar seseorang anak kecil mampu
menghafal semua ayat al-Qur’an tiga puluh juz? Atau, kejadian yang kita tahu di
pondok kita bahwa ada seorang anak perempuan berumur 4 tahun, anak dari salah satu
ustadz pondok yang telah hafal 50 bait Alfiyyah? Mungkin, karena anak itu
sering mendengarkan orang tuanya membacakan al-Qur’an dan alfiyyah, sehingga
ketika beberapa waktu kemudian ia bisa menghafalnya dengan mudah. Jadi, tidak
ada alasan kita susah menghafal. Maka, dari sekarang mulailah menghafal, apapun
itu, asalkan positif untuk kita!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar