Selamat Datang Di FARUCH NET, Pustaka Referensi Dan Sastra. Semua Yang Anda Butuhkan Ada Di Sini

Rabu, 29 Februari 2012

 BELAJAR DENGAN SEGALA KEKURANGAN DAN KETERBATASAN

Banyak orang di dunia ini yang kurang beruntung atau bahkan tidak beruntung. Banyak yang dikaruniai nasib buruk, kemalangan, kerugian atau penyakit yang tanpa ada obatnya.  Di sisi lain banyak pula orang yang berlimpah harta, hidup bahagia, dan memperoleh apapun yang mereka inginkan. Itulah suratan takdir yang begitu unik, menarik, dan penuh rahasia sebagai bukti keadilan Tuhan yang ditebarkan di muka bumi ini. Sebab keberuntungan bukanlah seberapa banyak nikmat yang kita rasakan, tapi seberapa banyak cinta yang kita terima.
      Pada novel yang berjudul “Raihlah bintang-bintang”,  Sakti Wibowo & Sheana Rifki mencoba menggambarkan perjuangan hidup seorang siswi kelas 2 SMA bernama Danisa Mustikawuri yang berjuang melawan penyakit leukimianya (kanker darah). Pada novel ini pembaca akan diajak untuk bersikap tegar dalam menjalani hidup yang diiringi dengan tetesan air mata dengan lebih menghargai hidup serta mensyukuri nikmat Tuhan Yang Mahakuasa.  Walaupun alur ceritanya terlalu singkat dan terkesan biasa-biasa saja namun penulis mampu menyihir kita untuk terus membacanya sampai akhir dengan kalimat-kalimat yang menyentuh hati.
 Sebelum di diagnosis  mengalami kelainan pada sistem produksi sel darah merah, Danisa adalah siswi  yang cerdas, periang dan dinamis. Kenyataan hidup bahwa ia mengalami leukimia ini membuat sikapnya terhadapa keluarga maupun teman-temannya disekolah berubah drastis, termasuk terhadap sahabat terdekatnya Viona. Danisa menjadi sangat sensitif, mudah tersinggung, suka menyendiri dan murung. Hingga suatu hari Danisa berkenalan dengan Aldy murid baru dikelasnya yang membuat Danisa menjadi lebih ceria  dari hari ke hari. Aldy adalah seorang anak desa yang miskin namun memiliki semangat hidup yang tinggi walaupun kenyataannya dia mengalami penyakit yang sama sejak kecil seperti Danisa. Namun aldy mampu hidup dengan cara yang berbeda yaitu; hidup dalam semangat.

    Dari cerita diatas kita dapat memetik  pelajaran bahwa kekurangan, keterbatasan, bukanlah menjadi sebuah hambatan untuk terus berprestasi, menggunakan waktu sedikit untuk berbuat hal-hal positif sebanyak mungkin dan menjadi penyemangat bagi orang lain. Seperti semangat yang ditanamkan oleh Aldy yang selalu hidup dalam hati Danisa walaupun telah pergi untuk selamanya.
(kode I Nomor 125)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar